Partisipasi Petani Dalam Pengentasan Kemiskinan Melalui Pembangunan Irigasi (Studi Kasus HIPPA Desa Banyudono Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan)

Else Setyohadi, Darsono Wisadirana, Solih Mu'adi

Abstract


Desa Banyudono memiliki lahan sawah bagian hulu rawan kering sehingga menyebabkan sosio-ekonomi yang serba kekurangan (pemiskinan). Untuk mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut perlu program pembangunan irigasi. Tujuan pembangunan kesadaran dan motivasi petani merupakan faktor yang menentukan karena manusialah yang menentukan tanah diusahakan akan rusak/produktif lestari. Penelitian ini bertujuan: 1). Mendeskripsikan partisipasi petani dalam pembangunan irigasi dari pengambilan keputusan, sampai pemanfaatan dan pelestarian 2). Mengetahui keterkaitan partisipasi petani pada program pembangunan irigasi dengan penanggulangan kemiskinan dari pola tanam, produktivitas dan pendapatan petani. Jenis Penelitian kualitatif, dengan metode  Studi Kasus, penentuan informan Purposive Sampling dan Snowball.  Informan kasi SDA Dinas Pengairan, juru, ketua HIPPA, petani. Hasil penelitian : a. HIPPA aktif berpartisipasi  dalam pengambilan keputusan memberikan usulan rencana tata tanam dan perbaikan. Keputusan rencana tata tanam ditetapkan Dinas Pengairan dalam rapat komisi irigasi, perbaikan ditetapkan dinas disesuaikan dana dan prioritas; Petani aktif pelaksanaan kegiatan keduk waled dan rehabilitasi saluran secara swakelola; Petani tidak ikut dalam pemantauan dan evaluasi. Pemanfaatan dan pelestarian hasil pembangunan irigasi mewujudkan efisiensi, efektivitas dan keberlanjutan sistem irigasi. b. HIPPA bagian hilir tidak berpartisipasi dengan hambatan tidak adanya air permanen, adanya pungutan dari pemerintah dan kepengurusan tidak berhonor. Partisipasi petani dalam pembangunan irigasi merubah pola tanam, produktivitas dan pendapatan petani meningkat.

Keywords


kemiskinan; partisipasi HIPPA; pembangunan irigasi Desa Banyudono

Refbacks

  • There are currently no refbacks.