IMPLIKASI KONTRAK USAHA TANI DENGAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBERLANJUTAN USAHA TANI (Studi Pada Komoditi Jagung)

Asfi - Manzilati, Ahmad Erani Yustika, Bayu - Krisnamurthi, Agus - Suman

Abstract


ABSTRACT

 

Crops for Indonesia is a strategic commodity for agricultural development. The development of crops bring "strategic burden" to answer the needs of food security and poverty reduction programs. At the same time there is an urgent need and great hopes to the company's to involve in farming contract. While the impact of farming contract on the welfare of farmers still leaves a big question about the sustainability of farming in the long run. Consider to the gap of reality, this study aims to know the implications of contracts with corporate farming toward economy, ecology, and institution to sustainable farming. This research was conducted in Blitar, which is one area of farming contracts between farmers with the company. Using a symbolic interaction perspective, the results showed that the recurrence of contract farming between farmers with companies (large) with the implication (1) economy (increasing farmers' income, the continuity of farming because of the free seeds and standby loan from the company, and increased productivity due to the intense seeding corn planting rules), (2) ecology (lack of obedience to the natural prerequirement associated with the 2:1 formula and the use of fertilizers make the harm of environment, and (3) institutional (meaning a change to the value of life, the transformation of formal rules to informal rules that caused by isolation rules, the shifting value of farm as a social area to businesses area, and the shifting role of the village formal institutions (civil). Implications of economy, ecology, and these institutions in turn have implications for the sustainability of farming

Key words : . contract, economy, ecology, institution, continuity of farming contract.

ABSTRAK

 

Palawija bagi Indonesia merupakan komoditas strategis bagi pembangunan bidang pertanian. Pengembangan palawija membawa “beban strategis” untuk menjawab kebutuhan akan program ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan. Pada saat yang sama terdapat kebutuhan yang mendesak dan harapan besar akan keterlibatan perusahaan dalam kontrak usaha tani. Sementara dampak usahatani kontrak terhadap kesejahteraan petani masih menyisakan pertanyaan besar terlebih lagi keberlanjutan usaha tani tersebut dalam jangka panjang. Berpijak pada kesenjangan realita tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implikasi ekonomi, ekologi, dan kelembagaan kontrak usaha tani dengan perusahaan terhadap keberlanjutan usaha tani. Penelitian ini dilakukan di Blitar yang merupakan salah satu wilayah kontrak usaha tani antara petani dengan perusahaan. Dengan menggunakan perspektif interaksi simbolik, hasil penelitian menunjukkan bahwa berulangnya kontrak usaha tani antara petani dengan perusahaan (besar) membawa implikasi (1) ekonomi (meningkatnya pendapatan petani, keberlangsungan usaha tani karena adanya benih gratis dan standby loan dari perusahaan, dan peningkatan produktivitas karena ketatnya aturan penanaman jagung pembenihan), (2) ekologi (kekurang taatan kepada ketentuan alam terkait dengan formula 2:1 dan penggunaan pupuk yang membahayakan lingkungan, dan (3) kelembagaan (perubahan pemaknaan terhadap nilai hidup, transformasi aturan formal menjadi aturan informal yang diakibatkan oleh aturan isolasi, bergesernya nilai sawah sebagai wilayah sosial menjadi area bisnis, dan bergesernya peran lembaga formal desa (pamong). Implikasi ekonomi, ekologi, dan kelembagaan tersebut pada gilirannya berimplikasi kepada keberlanjutan usaha tani.

 

Kata Kunci: kontrak, ekonomi, ekologi, kelembagaan, kesinambungan usaha tani.

 


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.