EFEKTIVITAS BAPPEDA DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN KOTA PADANG DI ERA OTONOMI DAERAH

Authors

  • Desril - Tafria Mahasiswa Program Magister Ilmu Administrasi Publik, PPSUB
  • Suryadi - - Dosen Jurusan Ilmu Administrasi Publik FIA UB
  • HR. Riyadi - Soeprapto (alm) Dosen Jurusan Ilmu Administrasi Publik FIA UB

Abstract

ABSTRAK

 

BAPPEDA adalah salah satu unsur/lembaga yang ada di daerah yang mempunyai fungsi penting dalam kegiatan perencanaan pembangunan di daerah. Begitu pentingnya fungsi lembaga ini maka dapat dikatakan bahwa berhasil tidaknya pelaksanaan Koordinasi Perencanaan pembangunan di daerah terutama di era otonomi daerah ditentukan oleh effektivitas Bappeda dalam menjalankan fungsi-fungsinya. Oleh karenanya peningkatan kualitas kinerja Bappeda Kota Padang perlu untuk dibenahi atau ditingkatkan dalam pengkoordinasian pada instansi terkait.

Berangkat dari fenomena sebagaimana tersebut diatas, penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui efektivitas Bappeda Kota Padang dalam menjalankan fungsi-fungsinya guna menyelenggarakan Koordinasi Perencanaan pembangunan di daerah : 2) mengetahui faktor-faktor penghambat efektivitas fungsi Bappeda  Kota Padang dalam menyelenggarakan koordinasi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di daerah dalam penyusunan program/proyek

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengambil setting atau lokasi penelitian di Kantor Bappeda Kota Padang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis dengan pola interaktif sebagaimana yang dikembangan oleh Miles dan Huberman (1992) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan data atau verfikasi.

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa 1) Untuk mengoptimalkan fungsi Bappeda di era otonomi daerah dapat dilakukan dengan jalan mengefektivitaskan fungsi Bappeda dalam penyelenggaraan koordinasi perencanaan pembangunan di daerah, peningkatan penyusunan RAPBD serta pelaksanaan fungsi monitoring dan evalusi semua kegiatan; 2) Faktor-faktor penghambat efektivitas fungsi Bappeda dalam menyelenggarakan koordinasi pembangunan di daerah adalah kurangnya profesionalisme staf, kurangnya sarana dan prasarana, struktur dan prosedur kerja serta sistem informasi.

 

Kata kunci: koordinasi, BAPPEDA, OTODA

ABSTRACT

 

BAPPEDA is one of institution in a region that has an important role in the Regional development planning coordination. Function of this institution is very important that one could say that the successful of the development planning coordination implementation or not in a region, especially in the autonomy era, is more relied on the effectiveness of the Bappeda in performing its functions. Therefore, development of performance quality of the Bappeda needs to be improved or increased by coordination with related agentscies

Started from the phenomenon given above, this was study aimed to: (1) know the effectiveness of the Bappeda of the Padang Municipality in performing its functions to enforce the development planning coordinations in the region; 2) know factors inhibiting the effectiveness of the BAPPEDA function of the Padang Municipality in enforcing development and planning coordination in making program/project. This research utilized qualitative approach by taking location at the Bappeda office, Padang Municipality. Collecting is conducted by using interview, observation and documentation methods. Data analysis in this research used interactive pattern analysis as developed by Miles and Hubberman (1992) including data reduction, data presentation, and drawing conclusion or verification.

Result of the study showed that: (1) to optimize the Bappeda function in the autonomy era can be done by increasing the effectiveness of the Bappeda function in enforcement the development planning coordination in the region, improving APBD composition and implementation of monitoring function and evaluation of all activities; 2) factors inhibiting the effectiveness of theBappeda function in enforcing the development coordination in the region are low of professionalism of staffs, less of tool and equipment, weak of structure and working procedure and information system.

 

Keywords: coordination, BAPPEDA, OTODA

Downloads

Issue

Section

Articles