DAMPAK PENGUMUMAN STOCK SPLIT TERHADAP RETURN, VARIABILITAS TINGKAT KEUNTUNGAN DAN AKTIVITAS VOLUME PERDAGANGAN SAHAM (Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEJ Tahun 1997-1999)

TIWI NURJANNATI UTAMI, Ghozali - Maski, H.M. Syafe’i - Idrus

Abstract


ABSTRAK

 

Penelitian ini dilakukan atas dasar terjadinya gelombang stock split yang melanda BEJ pada periode 1997-1999 menyusul terjadinya krisis moneter, ekonomi dan politik. Stock Split yang dilakukan oleh para emiten tersebut bertujuan untuk menempatkan harga saham pada kisaran yang optimal sehingga dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kebijakan stock split mempunyai dampak terhadap tingkat return saham, variabilitas tingkat keuntungan dan aktivitas perdagangan saham pada periode disekitar peristiwa.

Penelitian ini dilakukan dengan metode event study (studi peristiwa) dengan pendekatan single index market models. Sample penelitian adalah perusahaan manufaktur yang melakukan kebijakan stock split antara tahun 1997 – 1999 (41 perusahaan). Uji statistik terhadap return, abnormal return, security return variability dan trading volume activity menggunakan Uji T : Paired Two Samples For Mean pada periode sebelum, saat dan  sesudah peristiwa. Untuk pengujian statistik terhadap cumulative abnormal return menggunakan Uji T : One Sample For Mean. Pengujian statistik dilakukan atas periode yang diperpanjang (21 hari disekitar peristiwa) dan periode yang diperpendek (7 hari disekitar peristiwa).

Hasil penelitian untuk periode yang diperpanjang menunjukkan bahwa   stock split berpengaruh signifikan terhadap return saham, abnormal return saham pada periode pengamatan sebelum-saat dan sesudah-saat tetapi tidak signifikan pada periode sebelum-sesudah. Dan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap cumulative Average Abnormal Return (CAAR), Security Retuyrn Variability (SRV) dan Trading Volume Activity (TVA).

Hasil penelitian untuk periode yang diperpendek menunjukkan bahwa stick split berpengaruh signifikan terhadap return saham, abnormal return saham pada periode pengamatan sebelum-saat dan sesudah-saat tetapi tidak signifikan pada periode sebelum-sesudah. Dan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap cumulative Average Abnormal Return (CAAR), Security Retuyrn Variability (SRV) dan Trading Volume Activity (TVA).

Hal ini memberikan kesimpulan bahwa tidak cukup adanya kandungan informasi dalam pengumuman stock split, hal ini terlihat dari diperolehnya hasil yang tidak konsisten dari beberapa variabel dan mengindikasikan bahwa  bentuk pasar modal Indonesia khususnya Bursa Efek Jakarta (BEJ) belum efisien dalam bentuk setengah kuat (semi strong efficiency), hal ini terlihat dari diperolehnya hasil yang signifikan dari pengujian terhadap abnormal return. Sehingga menurut penelitian ini gelombang stock split yang melanda BEJ pada periode 1997 – 1999 tidak sesuai secara konsisten dengan tujuan dilakukannya kebijakan stock split yaitu menempatkan harga saham pada kisaran yang optimal (optimal trading range).

Kata kunci: stock split, return saham, variabilitas keuntungan, perdagangan saham. ABSTRACT

 

The study has as its rationale the fact that there were stock split at the JSX during  1997 – 1999. This fact emerged after the monetary, economic and political crisis. Stock split aimed at determining stock price on optimal trading range and to increase stock liquidity. The study aimed at determining if a stock split policy influenced the return, security return variability and trading volume activity before, during or after the stock split anouncement.

The study used event study method with market model. The sample were manufacturer companies at the JSX during 1997 – 1999 (41 companies). Statistical test on return, security return variability and trading volume activity used T Test : Paired Two Samples For Mean before, during or after the stock split anouncement. Statistical test on cumulative average abnormal return used T Test : One Sample For Means. Statistical test was measured on longer periods and shorter periods.

The study on longer periods result showed that stock split was signify impact to return, abnormal return on before-during period dan after-during period but not signify impact on before-after period. And stock split was not signify impact to cumulative average abnormal return (CAAR), security return variability (SRV) and trading volume activity (TVA).

The study on shorter periods result showed that stock split was signify impact to return, abnormal return on before-during period dan after-during period but not signify impact on before-after period. And stock split was not signify impact to cumulative average abnormal return (CAAR), security return variability (SRV) and trading volume activity (TVA).        This was probably due to not enough information content of stock split anouncement, was shown on not consistency on many variabels in result and indicated that the form of Indonesian capital market especially The Jakarta Stock Exchange not yet efficient in semi strong efficientcy, was shown on significant on abnormal return result. So stock split policy at the Jakarta Stock Exchange during 1997 – 1999 not consistent with the purpose to determining the stock price in optimal trading range.

 

Keywords: stock split,  security return , trading volume.

 


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.